Konsep Pengembangan Desa Wisata Pasca Pandemi

Konsep Pengembangan Desa Wisata Pasca Pandemi

pengembangan-desa-wisata

Konsep pengembangan desa wisata adalah sebuah upaya untuk menjadikan desa sebagai sebuah destinasi pariwisata. 

Dengan cara memadukan daya tarik wisata alam dan budaya yang di miliki, dan layanan fasilitas umum pariwisata, serta aksesibilitas yang memadai, dengan diseuaikan tata cara dan tradisi kehidupan masyarakat desa.

Konsep pengembangan desa wisata merupakan kawasan pedesaan yang sebaiknya memiliki karakteristik khusus atau kearipan lokal yang tak dimiliki desa lain  untuk dijadikan destinasi wisata.

Dunia Pariwisata sebelum pandemi, kunjungan wisata di Indonesia itu bisa menghasilkan devisa itu sampai 20 milyar US Dollar, satu capaian cukup besar karena sektor pariwisata memiliki kontribusi terhadap pendapatan nasional terbesar ke empat setelah Migas, Batubara dan Kelapa Sawit.

Selama Pandemi Covid 19 dari tahun 2000 sampai tahun 2022 sektor pariwisata mengalami penurunan dan juga berdampak pada beberapa sektor yang berhubungan dengan dunia pariwisata. 

Untuk itu Kementerian Pariwisata dan bidang lain yang terkait membuat rencana strategis untuk bisa menghidupkan sektor pariwisata termasuk pengembangan desa wisata di dalamnya.

Desa-desa yang ingin mengembangkan desa baik menjadi desa wisata maupun menjadi desa mandiri perlu untuk memahami dan melaksanakan rencana strategis yang di buat oleh Kementerian Pariwisata karena setiap desa memiliki potensi untuk berkembang dan maju. 

Rencana Strategis Kementerian Pariwisata

Rencana strategis kementerian pariwisata dalam upaya menciptakan ekonomi kreatif yaitu pada tahun 2020-2024 itu ada empat hal menjadi sasaran yang ingin dicapai yaitu

1. Meningkatkan Nilai Tambah 

Meningkatkan nilai tambah adalah membuat perbaikan-perbaikan dari berbagai sektor setelah melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi yang dilakukan secara kolektip dan menyeluruh dengan tujuan untuk bisa adanya peningkatan-peningkatan yang berujung pada a meningkatkan nilai tambah.

2. Menyediakan Produk Wisata Sesuai Kebutuhan

Untuk bisa bertahan dunia pariwisata harus mampu dan bisa menyediakan produk wisata sesuai kebutuhan artinya produk yang disesuaikan dalam berbagai kondisi seperti dalam kondisi pandemi dan lain-lain.

Selain itu menyediakan produk wisata sesuai kebutuhan harus yang disediakan sesuai kebutuhan saat ini dan merancang kebutuhan yang akan datang.

Produk wisata ini dianjurkan yang mengangkat budaya lokal seperti kuliner lokal atau lain sebagainya.

3. Tumbuhnya Investasi 

Tumbuhnya Investasi terjadi dengan kemudahan investasi yang diberikan pemerintah sebagai sebuah kebijakan di berbagai sektor termasuk pariwisata maka diharapkan kedepannya banyak tertarik mengembangkan investasi di sektor pariwisata.

4.Terjaganya atau Terlindunginya Kekayaan Intelektual Bidang Pariwisata 

Sesuai visi dari pemerintah di dalam sektor wisata adalah maju dan mempunyai daya saing dengan tetap menjaga kearipan lokal.

Majunya dunia wisata pasti akan membawa budaya-budaya luar yang dibawa pengunjung akan tetapi menjaga budaya lokal menjadi keharusan bagi pengelola dan masyarakat sekitar.

Rencana strategis ini bisa dijalankan atau di jadikan konsep oleh oleh desa-desa dalam upaya pengembangn desa wisata.

Selanjutnya untuk pengembangan desa wisata perlu ada peningkatan dalam komponen desa wisata dengan mempertimbangkan kemampuan dan penerimaan masyarakat..

Komponen Desa Wisata

1. Extraction (Daya Tarik Wisata) 

Daya tarik wisata adalah suatu objek atau segala sesuatu yang meliputi kondisi alam, seni dan budaya masyarakat setempat, kegiatan produksi, seperti batik, perak, dan atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik,unik dan menarik di desa

Desa harus memiliki suatu hal yang dapat dilihat, didatangi, yang ingin diketahui, atau sesuatu yang membuat daya tarik untuk membuat banyak orang berkunjung.

2. Accessibility (Aksesibilitas) 

Aksesibilitas adalah yang berkaitan dengan sarana transportasi untuk menuju ke lokasi wisata,          akses ke lokasi itu apakah mudah di jangkau mudah oleh pengunjung dengan menggunakan kendaraan mulai dari roda dua atau roda empat.

Dengan mudahnya akses yang bisa dicapai pengunjung merupakan suatu hal yang sangat penting datangnya pengunjung ke tempat lokasi desa wisata.

3. Amenity (Sarana)

Terpenuhinya sarana dan prasarana pelayanan dari hal-hal kecil antara lain transportasi, listrik, air, toilet, mushola, drainase, telepon dan sebagainya.

Terpenuhinya sarana dan prasarana akan menghadirkan kenyamanan pengunjung dan berakhir dengan kepuasan yang akan membuat wisatawan merekomendasilkan loksai wisata ke pengunjung lainnya.

4. Ancilliary (Pelayanan Tambahan)

Pelayanan tambahan yang didapat pengunjung harus berupa pengalaman yang baru, pengetahuan atau sesuatu hal yang tak didapat oleh pengunjung dari lokasi wisata lain. 

Untuk mendapat pelayanan tambahan, hendaknya desa wisata menjaga kearipan lokal dengan memelihara sistem dan kepercayaan sosial yang ada di sekitar lokasi wisata.

Hal-hal di atas merupakan tindakan yang harus dilakukan jika ingin mengembangkan desa wisata, untuk melengkapi baca juga cara menggunakan aplikasi desa wisata nusantara 2020 dan pengembangan desa wisata: penegertian,konsep dan kriteria.

Demikian Konsep Pengembangan Desa Wisata Pasca Pandemi  ini dibuat semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Konsep Pengembangan Desa Wisata Pasca Pandemi "