Selamat Tinggal Eriksen di Liga Italia

mabarsport.com - Selamat Tinggal Eriksen di Liga Italia. Tidak hanya Inter Milan dan penggemarnya saja yang merasa kehilangan sosok pemain kharismatik dan rendah hati dan seorang juara seperti Cristian Eriksen tapi Liga Italia dan jutaan penggemarnya juga merasa sedih setelah Eriksen resmi memutus kontrak dengan Inter Milan.
Momen Eriksen meraih Scudeto bersama Inter Milan - www.mabarsport.com
   
Christian Eriksen, yang mengalami serangan jantung di Euro 2020, telah meninggalkan Inter Milan dengan persetujuan bersama. Pemain berusia 29 tahun itu menikmati enam setengah musim di Tottenham sebelum pindah ke San Siro pada Januari 2020 dengan biaya sekitar 17 juta poundsterling. Eriksen membantu Inter memenangkan gelar Serie A musim lalu, tetapi bulan berikutnya hidupnya terbalik setelah menderita serangan jantung selama pertandingan pembuka Euro 2020 Denmark melawan Finlandia pada Juni 2020.
 
Inter Milan akhirnya resmi mengumumkan jika pihak klub telah memutus kontrak gelandang mereka asal Denmark, Christian Eriksen atas kesepakatan bersama. Ini adalah keputusan yang harus diambil Inter menyusul adanya aturan di dunia olahraga Italia yang melarang seorang atlet untuk bisa berkiprah, terutama di olahraga kontak fisik menggunakan implan defibrillator yang terpasang di dalam diri mereka.
 
Eriksen sendiri pasca colaps di laga EURO 2020 bersama tim nasional Denmark beberapa waktu lalu, saat ini harus menggunakan implan tersebut di dalam dirinya. 

Dalam pernyataan resminya, Inter juga menyampaikan rasa terima kasih dan doa yang terbaik untuk sang pemain ke depannya. Inter juga menekankan soal ikatan antara klub dan Christian akan tetap terjalin, walaupun pemain 29 tahun ini tak lagi berseragam I Nerazzurri. Sekarang Eriksen bersiap memutuskan klub mana yang akan ia pilih berikutnya atau berhenti bermain.

Eriksen tidak bermain sejak serangan jantung dan masih belum jelas apakah dia akan kembali ke sepak bola profesional. Pemain berusia 29 tahun ini telah berlatih sendiri di Odense, klub yang pernah di perkuat oleh dirinya ketika masih remaja, di mana ia adalah pemain tim muda untuk OB antara tahun 2005 dan 2008. Eriksen masih terus berlatih dalam proses pemulihannya yang mengisyaratkan bahwa ia masih ingin terus bermain. 

Kapan dan Klub mana yang akan diperkuat Eriksen ketika memutuskan masih ingin bermain tentu akan terjawab pada akhirnya, walau saat ini Ajak menjadi tempat yang di paling santer diberitakan menjadi tujuan Eriksen mengingat ia sempat membela Ajak dan juga karena di Liga Belanda tidak  ada larangan bermain bagi pemain yang menggunakan implan defibrilator.

Profil Christian Eriksen 

Nama lengkap: Christian Dannemann Eriksen 
TTL : Middelfart, 14 Februari 1992 
Umur: 29 tahun 
Kebangsaan: Denmark 
Tinggi: 182 cm 
Posisi: Gelandang serang 
Klub terakhir: Inter Milan 
Klub saat ini: ??
Karir klub: 
2010-2013 - Ajax 
2013-2020 - Tottenham Hotspur 
2020-2021 - Inter Milan
2022: ?? 

Karir timnas: 2010-sekarang

Prestasi:   
Bersama Ajax:  Juara Eredivisie musim 2010-2011, 2011-2012, 2012-2013 dan KNVB Cup musim 2009-2010 serta Johan Cruyff shield tahun 2013 
Bersama Inter Milan: Scudeto musim 2020-2021.

Selamat Tinggal Eriksen di Liga Italia. Terima kasih Eriksen atas dua tahun yang indah bermain di Liga Italia, kami semua mendoakan yang terbaik bagi karir anda dan akan selalu merindukan sosok anda kembali bermain seperti dulu.  

Bagi semua pesepakbola di dunia pasti ingin tampil di Piala Dunia pun begitu dengan seorang Eriksen yang berhasrat ingin tampil di Piala Dunia Qatar sebelum benar-benar menyatakan pensiun dari dunia yang sangat dicintainya yakni sepakbola.

Semenjak peristiwa di Euro 2020 hingga pada pemutusan kontrak dengan Inter Milan Eriksen belum benar-benar dalam kondisi prima dan jika impian ingin tampil di Piala Dunia Qatar 2022, Eriksen harus segera memutuskan bergabung ke sebuah klub agar staminanya kembali prima seperti sebelum terjadinya insiden di euro 2020. 

Pilihannya tentu tinggal mencari klub dari negara yang memperbolehkan pemian yang memakai implan defibrillator di perbolehkan main,  jika benar-benar Eriksen kembali bermain tentu perlu banyak keberanian karena menenpatakan resiko kesehatan dan trauma yang dahsyat yang bisa merenggut nyawa Eriksen sebab pertandingan bola selau ada tekanan-tekanan yang memacu jantung.

Eriksen lewat agennya Martin Scoots harus berpikr jernih untuk memutuskan bermain sebab ada resiko yang harus di utamakan yakni keselamatan Eriksen, juga harus di renungi kembali oleh Eriksen mengenai kecintaan terhadap sepak bola dengan kecintaan terhadap keluarga, sebab tak ada jaminan keselamatan ketika memutuskan kembali bermain dan jika ada hal yang tak di inginkan terjadi pada Eriksen tentu yang dirugikan adalah pihak keluarga.     

Apapun keputusan yang akan di ambil Eriksen kita berharap hal-hal yang terbaik yang akan dijalani Eriksen dan untuk kedepannya tak ada lagi pemain yang akan bernasib yang sama dengan Eriksen dan andai kami mabarsport bisa mengubah keputusan Eriksen yang akan kembali bermain, alangkah baiknya demi keselamatan dan keluarga, andai Eriksen memutuskan untuk pensiun.  

Post a Comment for "Selamat Tinggal Eriksen di Liga Italia"